Jual

$divharga
xxx

kisah yang sangat memilukan : Selama Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Written By KEMILAU on Senin, 24 Februari 2014 | 04.25

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.
04.25 | 0 komentar | Read More

Asal Muasal Judul Tulisan Kartini "Habis Gelap Terbitlah Terang"..

Written By KEMILAU on Kamis, 20 Februari 2014 | 08.59

Pernah mendengar sebuah judul dari buah tangan salah seorang yang ditokohkan di negara kita, Ibu Kartini, yang berjudul "Habit Gelap Terbitlah Terang"?

Apakah kita semua mengetahui arti dan maksud dari "Habis Gelap Terbitlah Terang?"

Ternyata kalimat tersebut berasal dari kumpulan surat RA Kartini : “Door Duisternis Tot Licht”, yang terlanjur diartikan sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Prof. Haryati Soebadio (cucu tiri Ibu Kartini) – mengartikan kalimat “Door Duisternis Tot Licht” Sebagai “Dari Gelap Menuju Cahaya” yang bahasa Arabnya adalah “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur”. Kata dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan hidayah) ke tempat yang terang benderang (petunjuk atau kebenaran). Di dalam Al-Quran, surat Al-Baqarah : 257, Allah SWT menegaskan: Allah pemimpin orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya. Dan orang-orang kafir pemimpinnya adalah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya ke kegelapan. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal didalamnya.

08.59 | 0 komentar | Read More

Kisah Syaikh Albani Dengan Seorang Dukun

Written By KEMILAU on Sabtu, 06 April 2013 | 20.31

Diceritakan sebuah kisah Syaikh Albani dengan seorang dukun. Konon, dukun ini hendak menantang debat dengan Syaikh Albani mengenai pengetahuannya tentang ilmu gaib. Bahkan sang dukun pun menantang untuk mendatangkan media massa, TV, radio dan lain-lain.

20.31 | 0 komentar | Read More

tabayun dulu saudaraku....

Written By KEMILAU on Jumat, 05 April 2013 | 00.02



Kita terkadang terlalu yakin dengan pengetahuan diri. Kita merasa tahu segalanya sehingga seolah-olah memiliki otoritas untuk membuat kesimpulan mengenai sesuatu hal. Atau kalau menyangkut kepribadian orang lain, kita sering merasa tidak perlu informasi lebih lanjut karena kita merasa cukup pengetahuan mengenai jati diri orang itu sebenarnya.
00.02 | 0 komentar | Read More

Tamu Terakhir

Written By KEMILAU on Kamis, 04 April 2013 | 23.53

eramuslim - Pagi ini aku sudah tiba di kantor bahkan sebelum office boy tiba, sesaat setelah Pak Satpam membukan pintu gerbang depan. Sejak semalam sudah kusiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan oleh tamu yang akan datang ke kantor pagi ini. Mereka adalah klien baru yang semoga saja bisa mendatangkan keuntungan lumayan besar jika terdapat kesepakatan diantara kami. Kupilih kemeja yang paling bagus dengan setelan celana dan sepatu yang match, tidak lupa dasi, agar lebih terlihat profesional. Semua proposal dari mereka sudah kupelajari sehingga ada keyakinan aku bisa menguasai seluruh pembicaraan selama pertemuan nanti.
***
23.53 | 0 komentar | Read More

Ungkapan Cinta Al-Ustadz Ihsan Zainuddin

Written By KEMILAU on Minggu, 11 November 2012 | 21.51



USTADZ YUSRAN YANG SAYA KENAL
(Sebuah Kesan yang Berserakan Tentang Beliau dari Seorang Murid)
Muhammad Ihsan Zainuddin
Menjelang akhir tahun 1993…
Saat itu, kurang lebih baru dua bulan saya “menikmati” salah satu dari 2 mimpi yang saya idam-idamkan: belajar di Ma’had al-‘Ulum atau yang lebih akrab disebut dengan LIPIA. Dan 2 mimpi yang saya maksud adalah: (1) belajar di Universitas Islam Madinah Nabawiyah, atau (2) belajar di LIPIA. Pilihan itu adalah berdasarkan skala prioritas. Artinya jika pilihan pertama tidak keambil, ya paling tidak pilihan kedua jangan sampai lepas. Kedua mimpi itu memang telah lama “mengejar-ngejar” kehidupan saya. Sejak kelas 1 SMA…
21.51 | 1 komentar | Read More

WANITA YANG BANGGA DENGAN KEISLAMANNYA (Kisah dari Prancis)

Written By KEMILAU on Minggu, 09 September 2012 | 05.50


Disalah satu pojok kota Paris seorang wanita mulismah melangkahkan kakinya memasuki sebuah mini market. Pakaiannya yang menutup rapat seluruh tubuhnya dilengkapi Burqa’ yang menutup wajahnya menunjukkan kepercayaan diri dan konsistensi yang tinggi terhadap agama Islam yang dianutnya. Apalagi di tengah tekanan kebijakan pemerintah negara tersebut yang memberangus kebebasan berpakaian yang sesuai syariat.
Setelah memindahkan barang-barang yang diperlukan dari beberapa rak mini market ke dalam keranjang belanjaan diapun segera menuju kasir. Seorang wanita dengan dandanan dan riasan kosmetika ala pramuniaga bertanggung jawab di sana. Wajah dan rambutnya yang terbuka menegaskan wanita kasir ini seorang imigran dari salah satu negara Islam. Dapat dipastikan di juga seorang muslilmah.
Wanita kasir mini market menghujamkan pandangan sinis kepada saudari muslimah bercadar tersebut. Satu persatu tangannya merenggut belanjaan yang diletakkan muslimah bercadar itu, kemudian mendekatkan alat scanning mini ke label kode barang. Begitu scanning  yang hanya sekejap mata selesai, kasir wanita dengan kasar meletakkan, tepatnya menghempaskan, barang belanjaan tersebut di atas meja stainless steel mengkilap disamping kirinya. Seakan hendak meremukkan barang-barang tersebut.
Muslimah berniqab tersebut tidak bereaksi, dia tetap tenang mengeluarkan barang belanjaan dari keranjang. Tidak ada reaksi negatif yang diperlihatkannya, bahkan dia terlihat semakin menujukkan sikap sebagai wanita terhormat.
Ketenangan dan kedewasaan sikap wanita tersebut membuat si kasir semakin gusar dan kesal hati. Kata-kata tak enak pun menyerapah dari mulutnya, “Kita menghadapi banyak masalah dan tekanan dari negara Prancis ini. Anda seharusnya sadar niqab ini adalah salah satu sumber utama masalah yang membuat situasi semakin sulit. Saya juga beragama islam, tetapi saya datang ke sini untuk berbisnis, bukan untuk beragama atau bernostalgia dengan sejarah masa lalu. Jika Anda bermaksud seperti ini sebaiknya pulang saja ke negara anda. Di sana anda bisa beragama sesuai ketentuan negara Anda itu.”
Sampai disini muslimah bercadar berhenti mengeluarkan belanjaannya dari keranjang. Ditatapnya kasir itu lekat-lekat, kemudian disapukannya pendangan ke seluruh area mini market. Masih sepi, dan tidak ada seorang pun laki-laki. Dia kemudian beranjak ke hadapan kasir wanita. Tangannya melepas cadar yang menutupi wajah, lalu sedikit melonggarkan jilbabnya. Kasir wanita itu dapat melihat degan jelas, dia berambut pirang dan bermata biru. Ditariknya nafas dalam-dalam kemudian berkata ”Saya orang Prancis, ayah dan kakek-kakek saya juga orang Prancis, Islam adalah agama saya, Prancis negara saya…! Anda? Kalian telah menjual agama kalian lalu Kami beli!” Nada bicaranya tetap tenang tetapi tegas”.
Allah Maha Besar. Kata-kata yang diucapkannya menunjukkan tingginya kepercayaan diri dan betapa bangganya dia dengan agamanya. Segala Puji bagi Allah yang telah menciptakan wanita seperti ini di tengah umat ini.
Sumber: Majalah Qiblati Edisi 09 Tahun VII, Sya’ban 1433 (oleh. Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi)
05.50 | 0 komentar | Read More
 
berita unik